Or.ga.ni.sa.si
Sekapur Sirih
Perubahan merupakan suatu hal yang pasti, ia bersifat
dinamis dan tidak dapat dibendung, ia menjadi perwujudan dari gagasan tentang
masa mendatang. Dewasa ini perubahan, atau juga direfleksikan dengan istilah
perkembangan, yang semakin cepat di berbagai bidang berakibat pada disrupsi di
banyak aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam hal berorganisasi. Oleh karena
itu, organisasi diharapkan untuk mampu beradaptasi dengan cepat dan tepat
sehingga dapat menjawab tantangan-tantangan yang ada dengan optimal.
Sejarah adalah sebuah
repitisi. Apakah kita akan mengulang masa lampau?
Sejatinya, suatu kepengurusan organisasi mahasiswa merupakan aktivitas yang sifatnya berulang, ia memiliki siklus dengan batasan-batasan yang lebih kurangnya akan sama untuk setiap tahunnya. Di antara sekian banyak tantangan yang harus dihadapi organisasi mahasiswa, salah satu tantangan yang sering kali menjadi penghalang untuk berkembang adalah masalah-masalah yang sifatnya berulang dari tahun ke tahun dan belum juga dapat terselesaikan. Permasalahan yang berlarut dan terus terakumulasi ini umumnya menjadi pengalih perhatian yang menguras energi dan waktu para pengurus. Hal ini menyebabkan suatu kepengurusan tidak dapat atau bahkan enggan memberikan perhatian bagi keberlanjutan dan keberlangsungan organisasi. Sedangkan, aspek keberlanjutan dan keberlangsungan organisasi amat bergantung pada pengembangan dari organisasi itu sendiri yang sehingga mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang. Ketercapaian suatu tujuan amat erat kaitannya dengan perencanaan yang matang dan disertai dengan pengawasan dan juga evaluasi yang baik. Monitoring melibatkan perhitungan atas apa yang kita lakukan serta melibatkan pula pengamatan atas kualitas dari layanan yang kita berikan. Sedangkan evaluasi adalah penggunaan metode penelitian sosial untuk secara sistematis menginvestigasi efektivitas program, menilai kontribusi program terhadap perubahan (goal) dan menilai kebutuhan perbaikan, kelanjutan atau perluasan program (rekomendasi). Organisasi seharusnya dapat menjawab (kebutuhan) publik yang berada di bawah naungannya dalam hal ini organisasi akan menjawab dengan program kerja selama satu periode kepengurusan, sering kali pengurus organisasi membuat perencanaan program kerja selama masa kepengurusan mereka berdasarkan 'ide' mereka sendiri hal ini belum tentu dapat menjawab (kebutuhan) publik saat ini dikarnakan program kerja yang direncanakan adalah hasil dari ide pengurus sendiri bukan melibatkan publik.
Melihat masa depan –
Melampaui masa lalu
Para pemangku jabatan dalam organisasi harus dapat melihat dengan tajam masa depan dan harus menganalisis masa lalu dengan cerdas, sebab diperlukan analisis yang tajam terhadap masa lalu untuk kita belajar darinya – masa lalu. Melihat masa depan artinya dapat membaca tanda-tanda perubahan yang dialami dunia (demand) lalu dengan itu organisasi dapat membuat visi melampaui masa lalu – visioner. Untuk dapat melihat masa depan pemimpin dan atau pengurus organisasi harus rutin refleksi yaitu tindakan untuk melihat ulang seluruh proses yang terjadi, baik proses diluar maupun didalam dirinya. Dunia ini terus berubah organisasi atau pun pribadi perlu refleksi atas visi atau nilai-nilai yang dipegang. Terbuka pada setiap kemungkinan yang ada serta menerima perbedaan pendapat, pandangan hidup, kritik dan apa pun itu. Seorang pemimpin dan atau pengurus organisasi harus dapat membangun dan merawat integritas dalam arti ini dapat dipahami sebagai satu kesatuan antara kata dan tindakan serta memiliki kekokohan prinsip. Dibutuhkan kekuatan mental untuk memahami visi atau tujuan organisasi. Integritas diri adalah kunci integritas organisasi, keduanya berjalan searah tanpa bisa terpisah.
Metodologi dan Analisis
Metodologi
Ada banyak cara untuk melakukan metodologi namun penulis
hanya memberikan empat contoh metodologi :
1.
Metode Kuantitatif Metode statistik yang
digunakan dalam penelitian pengembangan organisasi umumnya meliputi korelasi,
analisis varians, meta-analisis, pemodelan multi-level, regresi berganda,
pemodelan persamaan struktural, dan analisis deret waktu.
2.
Metode Kualitatif Penelitian kualitatif terdiri
dari sejumlah metode penyelidikan yang umumnya tidak melibatkan kuantifikasi
variabel. Metode kualitatif dapat berkisar dari analisis isi wawancara atau
materi tertulis hingga narasi tertulis dari observasi. Metode umum meliputi
etnografi, studi kasus, metode sejarah, dan wawancara.
3.
Metode Induksi jika dirumuskan dengan sangat
singkat, pola pikir Induksi adalah cara berpikir yang menarik kesimpulan yang
bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat individual. Dimulai dari penalaran
yang dimulai dari kenyataan-kenyataan yang bersifat khusus dan terbatas
diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
4. Metode Deduksi yakni suatu metode yang menyimpulkan bahwa data-data empiris diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang berurutan. Singkatnya adalah sebagai pola pikir dari umum ke khusus.
Analisis
Analisis dapat dilakukan dengan cara memulai sebuah pertanyaan dan juga – jawaban. Dapat dilakukan dengan metode yang sering kita kenal yaitu 5W+1H, SWOT, POAC, DESAIN THINKING dan masih banyak metode analisis lainnya
Lebih Baik Kuantitas atau Kualitas?
Sumber daya manusia merupakan salah satu elemen paling
penting agar sebuah organisasi untuk dapat berjalan dengan baik. Tanpa adanya
elemen tersebut atau kualitasnya yang kurang baik, organisasi akan sulit untuk
berjalan dan beroperasi dengan semestinya meski sumber daya yang lain telah
terpenuhi. Untuk itu, diperlukan dalam memberdayakan sumber daya manusia yang
ada di organisasi tersebut.
pemantauan sumber daya mahasiswa yang potensial dalam
berbagai bidang kegiatan;
- penyesuaian jalur pengembangan diri (self-development path); hingga
- Upgrading class
Perencanaan Strategis
Kerangka perencanaan strategis merupakan kegiatan manajemen
organisasi yang digunakan untuk menetapkan prioritas, memfokuskan energi dan
sumber daya, memperkuat kinerja operasional. Perencanaan strategis sangat
berpengaruh terhadap jalannya (proses) organisasi ada sebuah kutipan “if you fail to plan, you plan to fail” maka dari itu sebuah
perencanaan sangat penting untuk dilakukan dalam proses berorganisasi, namun
jika kegagalan melanda bukan berarti semuanya gagal kita dapat kembali untuk “Melihat masa depan – Melampaui masa lalu”
Jenis Perencanaan
|
Jenis-jenis |
Tujuan |
Rencana |
|
Berdasarkan jumlah |
Single Goals Multiple Goals |
Rencana Sekali pakai (Single-use-plan) Rencana yang digunakan terus menerus (Standing-plans) |
|
Berdasarkan Kejelasan |
Tujuan yang actual/nyata (Real
Goals) Tujuan yang dinyatakan (Stated
Goals) |
Rencana Direktif (Directive
Plans) Rencana spesifik (Specific
Plans) |
|
Berdasarkan Keluasan dan waktu pencapaian |
Tujuan Strategis (Strategic
Goals) Tujuan Taktis (Taxtical Goals) Tujuan Operasional (Operasional
Goals) |
Rencana Strategis (Rencana Jangka Panjang) Rencana Taktis (Rencana Jangka Menengah) Rencana Operasional (Rencana Jangka Pendek) |
Salah satu tujuan dari perencanaan organisasi adalah
menciptakan suatu proses yang terus berjalan dimana setiap strategi
direncanakan, diimplementasikan, dievaluasi, diperbaiki dan dimonitor
penerapannya sehingga menghindari kecenderungan berulang setiap kepengurusan.
Dalam perencanaan, ada beberapa faktor yang harus
dipertimbangkan. Yaitu harus SMART:
1) Specific
artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu
melebar dan terlalu idealis.
2) Measurable
artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.
3) Achievable artinya dapat dicapai.
Jadi bukan anggan-angan.
4) Realistic artinya sesuai dengan
kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu
sulit. Tapi tetap ada tantangan.
5) Time
artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran
atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.
Siklus Plan-Do-Check-Act, dan Memilih
Perubahan yang Akan Diterapkan Siklus Plan-Do-Check-Act, yang dibuat oleh W.
Edwards Deming, adalah metode manajemen untuk meningkatkan metode untuk kontrol
dan perbaikan berkelanjutan dalam memilih perubahan mana yang akan diterapkan.
Saat menentukan teknik atau inovasi terbaru mana yang akan diadopsi, ada empat
faktor utama yang harus dipertimbangkan:
·
Tingkat, sasaran, dan strategi
·
Sistem pengukuran
·
Urutan langkah
·
Implementasi dan perubahan organisasi
Monitoring
Pengetahuan yang diperoleh dari monitoring dan evaluasi
merupakan inti dari proses pembelajaran organisasi. Monitoring dan evaluasi
memberikan informasi dan fakta yang bila diterima dan diinternalisasikan
menjadi ilmu yang mendorong pembelajaran bagi organisasi atau pun pribadi.
Setiap orang yang memiliki kepentingan memperoleh umpan balik secara teratur
tentang kemajuan yang dibuat untuk mencapai tujuan dan sasaran sebuah program.
Monitoring bukan hanya berisi kemajuan dari sebuah program yang sedang dan atau
yang akan dijalankan, melainkan juga berisi tentang hambatan yang terjadi dalam
sebuah program.
Evaluasi
Untuk dapat bekerja secara optimal, organisasi memerlukan
adanya mekanisme evaluasi berkelanjutan baik ditinjau dari sudut pandang
eksternal maupun internal. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan sebuah perubahan
yang lebih baik dari sebelumnya. Evaluasi yang dilakukan bukan hanya membahas
tentang hambatan-hambatan yang terjadi dalam sebuah program melainkan juga
membahas tentang apakah program ini sudah cukup baik atau masih dapat dikembangkan
menjadi lebih baik lagi?
“Organisasi adalah
sebuah wadah untuk setiap entitas, dalam sebuah organisasi akan ada sebuah
umpan balik terhadap setiap entitas dengan organisasi. Setiap dinamika dalam sebuah organisasi adalah sebuah proses pendewasaan diri tiap pribadi
dalam hal ini kita bisa belajar menjadi sedikit lebih baik. Selain memberikan
manfaat bagi setiap komponen, organisasi yang ideal juga meliputi; pengarsipan
dokumen, pembagian tugas yang sesuai kemampuan individu, keterbukaan informasi
serta fleksiblelitas organisasi terhadap keadaan sosial dan perkembangan jaman”
Kerennnn
BalasHapus